Niat Sholat Tarawih dan Witir. Setiap kali bulan Ramadan tiba, umat Islam di seluruh dunia merasakan suasana spiritual yang begitu kuat dan penuh ketenangan.
Ramadan bukan hanya bulan puasa, tetapi juga bulan untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, dan menguatkan hubungan dengan Allah SWT. Salah satu ibadah utama yang hanya bisa ditemukan di bulan Ramadan adalah shalat Tarawih dan shalat Witir.
Kedua ibadah ini memiliki keutamaan yang besar, bahkan Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkannya. Untuk mengerjakan shalat Tarawih dan Witir dengan benar, penting bagi setiap Muslim memahami niat yang sesuai dengan tuntunan syariat. Meskipun niat tempatnya di dalam hati, banyak orang memilih melafalkannya secara lisan sebagai bentuk penguat, sehingga tidak salah memahami tujuan ibadah.
Pembahasan ini membahas niat Tarawih dan Witir lengkap—dengan lafaz Arab, Latin, dan arti—disertai panduan menyeluruh, mulai dari hukum, tata cara, jumlah rakaat, keutamaan, hingga berbagai pertanyaan umum yang sering ditanyakan. Semuanya tersusun dalam bahasa yang ringan sehingga dapat dipahami oleh semua kalangan.

Apa Itu Sholat Tarawih dan Witir?
Sebelum masuk ke pembahasan niat, penting untuk memahami apa itu sholat Tarawih dan apa itu sholat Witir.
Sholat Tarawih
Sholat Tarawih adalah shalat malam khusus yang hanya dikerjakan pada bulan Ramadan. Kata Tarawih berasal dari bahasa Arab yang berarti istirahat atau duduk santai, karena pada awalnya shalat ini dikerjakan dengan bacaan panjang sehingga para sahabat beristirahat di antara rakaat-rakaatnya.
Hukum sholat Tarawih adalah sunnah muakkadah—sunnah yang sangat dianjurkan dan tidak pernah ditinggalkan Rasulullah SAW.
Sholat Witir
Witir adalah shalat penutup malam yang jumlah rakaatnya ganjil, bisa 1, 3, 5, 7, atau lebih ganjil. Pada bulan Ramadan, sholat Witir biasanya menjadi penutup dari sholat Tarawih.
Di banyak masjid, shalat Tarawih + Witir dikerjakan sekaligus sebagai rangkaian.

Niat Sholat Tarawih: Arab, Latin, dan Artinya
Niat sholat Tarawih sebenarnya cukup sederhana. Tidak ada lafaz khusus yang diwajibkan, karena niat adalah perkara hati. Namun, secara lisan banyak umat Islam melafalkan:
Niat Sholat Tarawih Berjamaah
Arab:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Ushallī sunnatat-tarāwīḥi rak‘ataini ma’mūman lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
“Aku berniat shalat sunnah Tarawih dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
Niat Sholat Tarawih Sendiri
Arab:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Ushallī sunnatat-tarāwīḥi rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
“Aku berniat shalat sunnah Tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Niat Sholat Witir: Arab, Latin, dan Artinya
Witir dapat dilakukan setelah Tarawih atau di akhir malam (sebelum Subuh). Niatnya tergantung jumlah rakaat.
Niat Sholat Witir 1 Rakaat
Arab:
أُصَلِّي سُنَّةَ الوِتْرِ رَكْعَةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Ushallī sunnatal-witri rak‘atan lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
“Aku berniat shalat sunnah Witir satu rakaat karena Allah Ta’ala.”
Niat Sholat Witir 3 Rakaat
Arab:
أُصَلِّي سُنَّةَ الوِتْرِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Ushallī sunnatal-witri tsalātsa rak‘ātin lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
“Aku berniat shalat sunnah Witir tiga rakaat karena Allah Ta’ala.”
Niat Sholat Witir Berjamaah
Jika berjamaah, cukup menambahkan ma’mūman:
Arab:
أُصَلِّي سُنَّةَ الوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Ushallī sunnatal-witri rak‘ataini ma’mūman lillāhi ta‘ālā.
Apakah Niat Harus Dilafalkan?
Ini adalah pertanyaan yang paling sering muncul.
Jawabannya:
- Tidak wajib dilafalkan.
- Niat cukup dalam hati.
- Melafalkan hanya membantu fokus, bukan syarat sah.
Jika seseorang tidak membaca niat secara lisan tetapi sudah sadar bahwa ia ingin melaksanakan sholat Tarawih atau Witir, maka shalatnya sah.
Hukum Sholat Tarawih dan Witir dalam Mazhab Islam
Agar lebih memahami konteks ibadah ini, berikut ringkasannya:
Mazhab Syafi’i
- Tarawih: Sunnah muakkadah.
- Witir: Sunnah muakkadah tingkat tinggi.
Mazhab Hanafi
- Witir: Wajib (bukan fardhu, tapi lebih kuat dari sunnah).
Mazhab Maliki & Hanbali
- Tarawih: Sunnah muakkadah.
- Witir: Sunnah muakkadah.
Artinya, seluruh ulama sepakat bahwa kedua ibadah ini adalah amalan yang sangat dianjurkan.
Tata Cara Sholat Tarawih
Sholat Tarawih dikerjakan dengan dua rakaat sekali salam, lalu diulang beberapa kali. Jumlah rakaatnya fleksibel.
Cara Mengerjakan 2 Rakaat Tarawih
- Berdiri tegak menghadap kiblat.
- Membaca niat (cukup dalam hati).
- Takbiratul ihram.
- Membaca doa iftitah (disunnahkan).
- Membaca Al-Fatihah.
- Membaca surat.
- Ruku’.
- I’tidal.
- Sujud.
- Duduk antara dua sujud.
- Sujud kedua.
- Berdiri untuk rakaat kedua.
- Mengulang bacaan rakaat pertama.
- Duduk tasyahud akhir.
- Salam ke kanan dan kiri.
Kemudian istirahat sebentar, lanjut 2 rakaat berikutnya.

Jumlah Rakaat Tarawih: 8 atau 20?
Ini perdebatan klasik, tetapi sebenarnya keduanya benar.
Tarawih 8 Rakaat
- Berdasarkan hadis riwayat Aisyah, Rasulullah SAW sering shalat malam tidak lebih dari 11 rakaat (8 Tarawih + 3 Witir).
Tarawih 20 Rakaat
- Praktik para sahabat di masa Khalifah Umar bin Khattab.
- Banyak ulama menganggap ini sunnah yang sangat kuat karena sahabat adalah generasi paling mulia.
Kesimpulan:
Baik 8 rakaat maupun 20 rakaat adalah sunnah, dan keduanya memiliki dasar syar’i.

Tata Cara Sholat Witir
Jumlah rakaat Witir adalah ganjil. Umumnya 1 atau 3 rakaat.
Cara Mengerjakan 1 Rakaat Witir
- Berniat.
- Takbiratul ihram.
- Membaca Al-Fatihah.
- Membaca surat.
- Ruku’.
- Sujud dua kali.
- Tasyahud akhir.
- Salam.
Cara Mengerjakan 3 Rakaat Witir
Ada dua metode:
1. Seperti Shalat Magrib (2 rakaat + tasyahud + 1 rakaat)
Namun, banyak ulama menyarankan tidak menyerupai Magrib.
2. Dua rakaat salam, lalu satu rakaat salam (lebih dianjurkan)
Metode kedua lebih mendekati sunnah.
Waktu Sholat Tarawih dan Witir
Waktu Sholat Tarawih
Setelah salat Isya hingga sebelum Subuh.
Waktu Sholat Witir
Dari setelah Tarawih hingga waktu Subuh.
Yang paling utama: sepertiga malam terakhir.
Namun jika khawatir tidak bangun, maka lebih baik ikut berjamaah setelah Tarawih.
Keutamaan Sholat Tarawih
Ramadan adalah waktu tertentu yang penuh keutamaan, sehingga setiap amal akan mendapatkan balasan berlipat ganda.
Keutamaan sholat Tarawih antara lain:
1. Menghidupkan malam Ramadan
Nabi SAW bersabda:
“Siapa yang menghidupkan Ramadan dengan iman dan harapan pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
2. Meningkatkan kedekatan spiritual
Salat malam membuat hati menjadi lembut dan tunduk kepada Allah.
3. Pahala besar karena mengikuti sunnah Nabi
Semua mazhab sepakat Tarawih adalah ibadah yang sangat dianjurkan.
4. Membentuk kebiasaan amal malam
Tarawih membuat seseorang terbiasa beribadah malam hari.
Keutamaan Sholat Witir
Witir memiliki kedudukan istimewa:
1. Witir adalah penutup ibadah malam
Rasulullah SAW bersabda:
“Jadikanlah salat terakhir kalian di malam hari adalah Witir.”
2. Sunnah yang sangat dicintai Rasulullah
Nabi hampir tidak pernah meninggalkan sholat Witir.
3. Memperkuat iman dan keikhlasan
Witir adalah ibadah yang penuh ketenangan dan refleksi diri.
4. Doa dikabulkan
Waktu Witir adalah salah satu waktu terbaik untuk bermunajat.
Amalan Sunnah yang Dianjurkan Saat Tarawih dan Witir
Beberapa sunnah yang dapat ditambahkan agar ibadah terasa lebih sempurna:
1. Membaca doa iftitah
Seperti dalam shalat sunnah lainnya.
2. Memperpanjang bacaan Al-Qur’an
Terutama jika shalat sendirian.
3. Berzikir setelah shalat
Seperti istighfar, tasbih, tahmid, dan takbir.
4. Membaca doa Witir
Doa qunut Witir dianjurkan terutama pada 10 malam terakhir Ramadan.
Qunut Witir: Apakah Wajib?
Jawabannya: Tidak wajib.
Namun:
- Mazhab Syafi’i: Sunnah membaca qunut pada seluruh malam Ramadan, khususnya pada rakaat terakhir Witir.
- Mazhab lain: Qunut sunnah pada pertengahan Ramadan atau tidak perlu dibaca sama sekali.
Kesimpulan: dibaca boleh, tidak dibaca juga boleh.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Tarawih dan Witir
Beberapa kesalahan umum:
1. Menganggap Tarawih 20 rakaat wajib
Padahal jumlahnya fleksibel.
2. Terlalu cepat sehingga tidak khusyuk
Shalat harus dilakukan dengan tenang, tidak terburu-buru.
3. Melafalkan niat secara keras
Niat cukup dalam hati, dan melafalkan tidak perlu keras.
4. Tidak tahu niat tetapi tetap ikut
Jika dalam hati sadar ingin shalat Tarawih/Witir, maka shalatnya sah.
5. Terlalu banyak bercanda di sela-sela shalat
Ini dapat mengurangi keberkahan ibadah.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan (FAQ)
1. Apakah Tarawih harus di masjid?
Tidak. Boleh di rumah. Bahkan lebih utama jika takut riya atau lebih khusyuk di rumah.
2. Bolehkah wanita haid membaca doa Tarawih?
Tidak ada larangan. Yang tidak boleh hanya shalat.
3. Haruskah Witir setelah Tarawih?
Tidak harus. Bisa ditunda dan dilakukan menjelang sahur.
4. Jika tertinggal rakaat karena terlambat, apa yang dilakukan?
Gabung saja dengan jamaah, lalu menyempurnakan rakaat yang kurang.
Penutup: Menghidupkan Ramadan dengan Tarawih dan Witir
Tarawih dan Witir adalah ibadah yang penuh keutamaan. Niat yang benar, tata cara yang sesuai sunnah, serta pemahaman mendalam tentang makna ibadah adalah bagian penting dari menghidupkan malam-malam Ramadan.
Dengan memahami niat sholat Tarawih dan Witir lengkap—Arab, Latin, dan artinya—serta tata cara dan keutamaannya, semoga kita semua bisa menjalani Ramadan dengan lebih khusyuk dan bernilai.
Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah kita.
Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.
