Apa Itu Islam Berkemajuan?. Dalam kancah pemikiran Islam di Indonesia, istilah “Islam Berkemajuan” bukanlah sekadar slogan musiman. Ia adalah ruh, fondasi, sekaligus kompas bagi jutaan warga Muhammadiyah dalam menavigasi tantangan zaman yang kian kompleks.
Sejak didirikan oleh KH Ahmad Dahlan pada tahun 1912, Muhammadiyah telah memposisikan dirinya sebagai gerakan tajdid (pembaruan). Namun, apa sebenarnya makna mendalam dari Islam Berkemajuan di tahun 2026 ini? Mengapa visi ini dianggap sebagai jawaban atas disrupsi global?
Artikel ini akan mengupas tuntas filosofi, implementasi, hingga relevansi Islam Berkemajuan sebagai visi modern yang membawa rahmat bagi alam semesta.

Akar Historis: Dari Kiai Dahlan hingga Dunia Modern
Lahir dari kegelisahan KH Ahmad Dahlan terhadap kondisi umat Islam di awal abad ke-20 yang terjebak dalam takhayul, bid’ah, dan khurafat (TBK), serta ketertinggalan pendidikan akibat penjajahan. Beliau memahami bahwa Islam bukan hanya soal ritual di dalam masjid, tetapi juga soal aksi nyata di sekolah, rumah sakit, dan panti asuhan.
Visi ini secara formal ditegaskan kembali dalam Muktamar Muhammadiyah ke-46 di Yogyakarta dan diperkuat pada Muktamar ke-48 di Surakarta. Islam Berkemajuan didefinisikan sebagai pandangan keislaman yang bersumber pada Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan mengembangkan ijtihad untuk menjawab persoalan kekinian.
Lima Karakter Utama Islam Berkemajuan
Untuk memahami bagaimana visi ini bekerja, kita perlu melihat lima pilar yang menjadi ciri khasnya:
1. Berlandaskan Tauhid yang Murni Tauhid bukan sekadar meyakini keesaan Allah, tetapi juga membebaskan manusia dari penghambaan kepada sesama makhluk, takhayul, maupun materialisme. Tauhid yang murni melahirkan kemerdekaan berpikir dan keberanian untuk melakukan perubahan positif.
2. Bersumber pada Al-Qur’an dan Sunnah Islam Berkemajuan tetap setia pada sumber asli, namun tidak kaku dalam penafsiran. Muhammadiyah menggunakan pendekatan bayani (teks), burhani (rasio/sains), dan irfani (intuisi/etika) secara integratif untuk memahami teks suci dalam konteks zaman sekarang.
3. Menghidupkan Ijtihad dan Tajdid Dunia terus berubah. Masalah hukum seperti kecerdasan buatan (AI), ekonomi digital, hingga etika lingkungan memerlukan jawaban hukum yang baru. Islam Berkemajuan mendorong para cendekiawan untuk terus berijtihad agar agama selalu menjadi solusi, bukan beban.
4. Mengembangkan Washathiyah (Moderasi) Islam Berkemajuan menolak segala bentuk ekstremisme, baik ekstrem kanan (radikalisme) maupun ekstrem kiri (liberalisme yang kebablasan). Muhammadiyah memilih jalan tengah yang inklusif, toleran, dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk kemajuan bangsa.
5. Mewujudkan Rahmatan Lil ‘Alamin Islam harus dirasakan manfaatnya oleh semua orang, tanpa memandang suku, ras, atau agama. Inilah yang mendasari berdirinya ribuan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang melayani masyarakat umum secara universal.
Implementasi Nyata: Islam Berkemajuan dalam Aksi
Visi ini tidak berhenti di atas kertas. Di tahun 2026, kita bisa melihat manifestasi Islam Berkemajuan dalam berbagai sektor strategis:
Pendidikan yang Mencerahkan
Sekolah dan Universitas Muhammadiyah kini tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga menjadi pusat inovasi teknologi. Integrasi kurikulum ISMUBA (Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab) dengan literasi data dan teknologi robotika adalah bukti nyata bahwa iman dan ilmu tidak harus dipisahkan.
Kesehatan untuk Semua
Melalui jaringan PKU (Pusat Kesehatan Umum), Muhammadiyah terus memodernisasi layanan medisnya. Penggunaan telemedicine dan riset kesehatan berbasis genomik yang beretika Islam menjadi salah satu fokus utama dalam melayani umat di pelosok negeri.
Internasionalisasi Gerakan
Kini telah merambah panggung global. Berdirinya Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM), Muhammadiyah Australia College, hingga keterlibatan aktif dalam perdamaian di Filipina Selatan dan bantuan kemanusiaan di Palestina menunjukkan bahwa visi ini adalah kontribusi Indonesia untuk peradaban dunia.
Menjawab Tantangan Zaman: AI, Krisis Iklim, dan Mental Health
Di era digital 2026, Islam Berkemajuan memberikan panduan etis pada isu-isu krusial:
- Etika Teknologi: Bagaimana Islam memandang Generative AI? Islam Berkemajuan menekankan bahwa teknologi harus digunakan untuk kemaslahatan (maslahah) dan tidak boleh menghilangkan marwah manusia atau menyebarkan hoaks.
- Teologi Lingkungan: Menghadapi krisis iklim, Muhammadiyah melalui program “Eco-Bhakti” mengajarkan bahwa menjaga bumi adalah bagian dari ibadah. Menanam pohon dan mengurangi emisi karbon adalah bentuk nyata dari iman.
- Kesehatan Mental: Islam Berkemajuan memandang kesehatan mental sebagai bagian dari Hifzhu Nafs (menjaga jiwa). Masjid kini mulai berfungsi sebagai ruang aman untuk konseling psikologis yang memadukan pendekatan spiritual dan sains medis.

Mengapa Islam Berkemajuan Relevan bagi Generasi Muda?
Generasi Z dan Alfa sering kali merasa terasing dengan narasi agama yang terlalu dogmatis atau ketinggalan zaman. Islam Berkemajuan menawarkan sesuatu yang berbeda: Agama yang Rasional dan Solutif.
Visi ini tidak meminta anak muda untuk meninggalkan hobi atau kreativitas mereka, melainkan mengarahkannya agar menjadi nilai tambah bagi masyarakat. Di Muhammadiyah, Anda bisa menjadi seorang gamer, content creator, atau pengusaha startup sekaligus menjadi muslim yang taat. Inilah yang disebut dengan kesalehan yang kreatif.
Kesimpulan: Masa Depan Islam adalah Kemajuan
Islam Berkemajuan adalah antitesis dari kemunduran. Ia adalah jawaban bagi mereka yang merindukan wajah Islam yang ramah, cerdas, dan produktif. Dengan visi ini, Muhammadiyah ingin memastikan bahwa umat Islam tidak hanya menjadi penonton sejarah, tetapi menjadi penggerak utama peradaban.
Visi modern ini mengajarkan kita bahwa menjadi religius berarti menjadi maju. Menjadi beriman berarti menjadi bermanfaat. Dan menjadi muslim berarti menjadi pembawa cahaya kemajuan bagi siapa saja, di mana saja, dan kapan saja.
